Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   



Sekuat Apapun Godaan untuk Mendua, Ingatlah Selingkuh Itu Membawa Petaka.

Menjalin sebuah hubungan kadang ada saja godaannya. Terlebih ketika cinta yang dibangun makin pudar dan goyah, godaan untuk mendua atau pindah ke lain hati bisa sangat kuat. Apalagi jika pada saat yang bersamaan kamu sudah menemukan orang lain yang bisa memberi kenyamanan lebih, sungguh godaan untuk selingkuh itu makin kuat.
Agar tak tergoda untuk selingkuh, ada sejumlah hal penting yang perlu kamu pahami. Bagaimana pun, selingkuh itu hanya akan meninggalkan luka. Dan bekas luka itu kadang selamanya tak akan pernah sembuh.
Tak hanya hati orang yang kamu selingkuhi saja yang terluka. Orang-orang di sekitarnya yang tadinya sudah memberi restu hubunganmu juga akan merasa terkhianati. Kamu akan merusak rasa percaya yang sudah diberikan oleh mereka. Kenyamanan dan kedamaian yang sudah dibangun dari awal pun akan runtuh detik itu juga.
Dia yang Jadi Selingkuhanmu Juga Punya Hati
Tegakah kamu membuat dia yang jadi selingkuhanmu hancur hidupnya gara-gara dirimu? Tak hanya pihak yang diselingkuhi yang akan terluka. Ia yang jadi selingkuhanmu bisa jadi bahan gunjingan dan rusak nama baiknya. Jangan sampai hanya karena ingin melampiaskan kekecewaan pada pasanganmu yang sekarang, kamu menjadikan orang lain sebagai sandaran lalu mengkambing hitamkannya.
Luka yang Ditimbulkan karena Perselingkuhan Susah untuk Disembuhkan
Ada perasaan terkhianati, terluka, dan tersisihkan dalam sebuah perselingkuhan. Lukanya pun akan sangat susah untuk disembuhkan. Sekalipun luka itu akan mengering, tetap saja bekasnya akan meninggalkan rasa pedih di hati. Jadi coba pikirkan dampak jangka panjangnya ketika godaan untuk selingkuh itu datang.
Rasa Penyesalan Bisa Menghantuimu Seumur Hidupmu

Rasa bersalah dan menyesal karena perselingkuhan yang kamu lakukan bisa terus menghantuimu seumur hidupmu. Sekalipun nantinya dia sudah memaafkanmu, tapi akan ada rasa bersalah yang masih akan menggelayuti hidupmu. Kamu jadi susah untuk memaafkan dirimu sendiri sehingga hidupmu jadi kurang tenang. Tak mau kan nantinya kamu menghabiskan sisa hidupmu dalam penyesalan karena sebuah keteledoran dalam hubungan? Perselingkuhan hanya akan meninggalkan luka, apapun alasannya. Semoga hubungan yang kamu jalin saat ini bisa terus kamu jaga, ya Ladies. Kalau ada masalah atau badai menghadang, semoga selalu ada jalan terbuka untuk melewatinya.

Semoga Bermanfaat.

Warta Belas Kasih Allah Untuk Orang-Orang Farisi

Bagi orang-orang Farisi, para pendosa tidak layak untuk didekati dan tidak perlu diterima dalam pergaulan sosial. Dengan cara ini, mereka menutup kemungkinan pertobatan golongan yang dianggap berdosa dalam perjumpaan dan pergaulan dengan mereka. Apakah sikap seperti ini yang dikehendaki Allah? Sama sekali bukan.

Yesus menunjukkan sikap yang semestinya diberikan kepada mereka yang dianggap berdosa. Dia membiarkan perempuan itu datang mendekati dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi. Tindakan Yesus ini adalah bentik penerimaan. Perempuan yang dihindari oleh orang-orang Farisi, sekarang diterima di hadapan mereka. Yesus mengajak mereka untuk berusaha menerimanya kembali. Yesus menunjukkan kepada orang-orang Farisi bahwa belas kasih Allah tidak dikotakkan hanya untuk orang-orang yang dianggap saleh dan tak berdosa.

Dalam Lukas 6:35 Yesus menegaskan, "Allah baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat." Kalau Allah saja baik terhdap mereka yang tidak tahu berterimakasih dan yang jahat, betapa Dia juga baik terhadap mereka yang hanya dianggap jahat dan dianggap berdosa. Bagi Allah, siapa pun orangnya dan bagaimana pun keadaan hidupnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keselamatan.

Warta Belas Kasih Allah bagi Sang Perempuan
        
Bagi sang perempuan sendiri, Yesus menunjukkan belas kasihan yang besar. Dia tidak merasa risih didekati. Yesus tidak mementingkan situasi hidup si perempuan. Yang terpenting bagi-Nya adalah pribadi yang bersangkutan berharga di mata Allah dan berhak atas keselamatan dari Allah. Seolah Yesus mengatakan bahwa pintu penerimaan dan belas kasihan Allah terbuka bagi siapa pun. Bahkan Dia berharap setiap orang yang menjauhkan diri dari Allah, mau kembali di jalan Allah. Sekarang pertanyaan besar bagi manusianya, yaitu apakah berani menerima uluran belas kasih Allah tersebut? Apakah kita berani maju, masuk dalam penerimaan dan belas kasihan Allah?

Kenyataannya, seringkali kita mengabaikan belas kasihan Allah ini. Ketika jatuh dalam dosa, kita merasa tidak layak atau bahkan tidak merasa perlu kembali kepada Allah. Kita tak pernah mau menyadari bahwa Allah tak pernah berhenti mencintai kita.

Mengubah Sudut Pandang


Merenungkan peristiwa Yesus yang membiarkan perempuan berdosa itu membasuh kaki-Nya dengan minyak, kita diajak untuk terus menerus mengubah pandangan kita atas diri kita dan orang lain. Kalau kita memandang diri tak pantas di hadapan Allah, kita diinngatkan bahwa kita sangatlah berharga bagi Allah. Allah selalu setia menunggu pertobatan dan perubahan kita. Dia menunggu kita kembali ke dalam pelukan kasih-Nya (Luk 15:20).

Ketika kita berpandangan bahwa kita sudah suci murni dan hendak meminggirkan orang lain dengan memberi cap berdosa, atau cap tak layak bagi Allah dan tak patutu diterima dalam pergaulan sosial, kita diingatkan bahwa mereka semua layak di hadapan Allah. Kita diundang untuk turut menjadi saluran cinta kasih Allah bagi mereka dengan penerimaan, bukan meminggirkan mereka. (Rm. Stanislaus Lirmanjayasastra, O..Carm)

Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuinginkan: diam di rumah Tuhan seumur hidupku. 

MELUPAKAN MASA LALU YANG KELAM















Jika pada masa lalu engkau pernah disakiti seseorang. Jika pada masa lalu engkau pernah dikecewakan seseorang. Maka tak ada alasan bagimu untuk tidak memberi maaf padanya. Akan tetapi. Sudah ada cukup alasan bagimu untuk tidak mempercayainya kembali. Sudah ada cukup alasan bagimu untuk tidak mengharapkannya kembali. Berhentilah memikirkan orang-orang yang telah mengecewakanmu di masa lalumu. Berhentilah berharap kepada orang-orang yang telah dengan sengaja menyakitimu di masa lalumu. Kerana hal itu akan membuat banyak waktumu terbuang percuma dan sia-sia.
"Membukalah lembaran baru dengan penuh waspada"

FOR YOU MY BROTHER RAFY SAHABAT DI RANTAUAN KOTA DAENG




















Sahabat. Adalah orang-orang yang bisa mengerti kita dengan apapun keadaannya, meskipun tidak diminta untuk dimengerti. Mereka adalah orang-orang yang selalu mendukung kita, membuat kita semangat dan mengajar kita dunia yang baru. Mereka selalu ada untuk kita. Mereka bersedia untuk mendengar curhatan keluh kesa kita. Kita juga bersedia untuk diocehi mereka jika kita berbuat salah.

Mereka selalu mengingatkan kita untuk selalu menjadi orang-orang yang terbaik dari sebelumnya. Saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolong-menolong saat salah satu diantara kita sedang mengalami kesusahan dalam hal apapun. Kita tidak menyangka, tanpa kita sadari bahwa, kita adalah sahabat. Tuhan memberikan jalan bagi kita untuk selalu bersama-sama. Berbagi cerita bersama, bersenang-senang bersama dan bersusa-susa bersama.

Semuanya berawal dari pertemuan yang tidak terduga sebelumnya. Kita berkenalan satu sama lain. Kita sering bersama. Ia, kita sekarang bersama-samakan. Selalu menghabiskan waktu bersama, belajar bersama, mengerjakan tugas bersama, sering juga kita jalan-jalan bersama. Dan tidak membuat kita bosan. Justru kita senang. Apa kalian pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya? Apakah kita layak dinamakan sahabat? Aku beruntung bisa bertemu, dan mengenal kalian lebih khusus kakandaku Rafi. Kita harus semangat dalam menjalani hari-hari kita. Kita harus bisa menggapai dunia baru kita, dan yakinlah bahwa suatu saat nanti kita akan sukses. Dengan berdoa, semangat dan kerja keras kita, Puji Tuhan, bersama Tuhan pasti kita mencapai kehidupan yang sesungguhnya.

Namun kita juga tahu aturan, situasi dan kondisi juga. Tapi mungkin salah satu diantara kita ada yang merasa bosan, dan mencoba untuk berbaur dengan teman-teman lain. Kita tidak terikat oleh aturan atau larangan apapun. Kita juga bebas berteman, menghabiskan waktu dengan siapa saja boleh. Tapi, entah kenapa aku tidak tahu, mereka merasa berbeda jika aku bersama dengan orang lain yang tidak seperti aku.

Anugerah kebersamaan kita, perlahan-lahan aku berubah sedikit lebih baik dari sebelumnya. Aku banyak ambil pelajaran-pelajaran dari hidup mereka. Jika kita melakukan perbuatan yang salah, maka kita saling mengingatkan. Jika ada yang punya kelebihan dalam bidang tertentu, dengan senang hati kita belajar bersama saling berbagi ilmu bersama. Disaat kita senang, dengan senang hati kita berbagi cerita kebahagiaan yang kita alami. Jika kita sedang sedih, dan sudah tidak kuat memendamnya dalam hati, maka kita akan jadi pendengar yang baik, dan berusaha untuk mencari solusi agar hatinya tenang.

Kita juga pernah sama-sama susah, pernah sama-sama senang, pokoknya suka duka kita lalui bersama. Terkadang ada juga konflik diantara kita yang bisa membuat kita sedikit renggang. Tapi kita bersyukur dan Puji Tuhan, semua kembali normal seperti semulah.

Kakanda Rafi sahabatku, semua ini aku tidak bisa buat apa-apa hanya setulus doa yang ku panjatkan semoga Tuhan yang kita semabah dan puji selalu menjaga dalam menghidupi kehidupan ini, sehat selalu dan panjang umur Amin.
                                                                                                                                                                                                                               Di Pondok Sahabat Ramsi 

                                                                          Makassar, 23 Oktober 2015

By Mahasiswa Papua

Musyawah Luar Biasa (MUSLU) Ikatan Pelajar Mahasiswa Paniai, Nabire, Dogiai, Deiyai dan Intan Jaya (IPMAPANDODEI) Masa Bhakti 2016-2017



Makassar, Mahasiswa Papua-Ikatan Pelajar Mahasiswa Paniai, Nabire, Dogiai, Deiyai dan Intan Jaya (IPMAPANDODEI) di kota studi Makassar menyelenggarakan Musyawarah Luar Biasa ke IV 2016.  

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis dan Sabtu tanggal 09 dan 11 April 2016 di asrama Intan Jaya. Sudah saatnya pergantian kepengurusan. Dua tahun lebih mengemban amanah kepengurusan meninggalkan banyak kenangan manis, pahit, susah, senang dan banyak kendala-kendala yang telah dilewatinya bersama keluarga besar Mee-Moni

Muslu ini dihadiri oleh badan pengurus harian masa Bhakti 2013-2016, anggota dan juga simpatisan yang berjumlah 64 peserta. Tema yang diangkat pada Muslu ialah "Ipmapandodeiku, Ipmapandodeimu, Ipmapandodei Untuk Kita Semua".

Pengangkatan tema ini dimaksudkan agar dapat menghasilkan anggota yang bisa membangun organisasi lebih baik dan berkontribusi lebih nyata. Muslu ke empat diawali dengan sambutan-sambutan dan dibuka oleh Andi Eka Piya Yeimo sabagai ketua IPMAPANDODEI masa Bhakti 2013-2016. 

Dalam sambutan Dian Gobai sebagai senior dan Perwakilan ketua ke empat Koorwil menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus yang sudah membuat organisasi menjadi baik dan mengharapkan, pengurus yang akan terpilih agar dapat memperkuat persatuan dan mampu membawa nama baik forum mahasiswa tersebut, serta jangan berhenti memohon bimbingan dari senior-senior, agar IPMAPANDODEI dapat menjadi salah satu organisasi yang patut dicontoh bagi mahasiswa lainnya.

Lalu Andi Ekapiya Yeimo, ketua Dimisioner, menyampaikan, permintaan maaf kepada seluruh mahasiswa Mee-Moni yang berada di sana, mungkin selama kepengurusan saya masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam memimpin organisasi ini. Ucapan selamat turut disampaikannya kepada, Oni Sani, pengurus terpilih, "selamat kepada pengurus terpilih, semoga kedepannya lebih maju, berkembang dan terdepan. Sementara, ketua panitia, Alpius Tenouye, mengatakan, pemilihan ketua baru itu dikarenakan masa jabatan priode 2013-2016 sudah berakhir, itu sebabnya kita selenggarakan pemilihan pengurus baru.

Lebih jauh, yang terpenting adalah pemilihan Ketua untuk periode mendatang. Ini merupakan momentum yang tidak terlupakan karena lima kandidat yang mencalonkan yaitu Onii Sani, Alpons Heru Gobai, Hans Degei dan Damianus Nawipa memaparkan gagasan besarnya untuk membangun IPMAPANDODEI menjadi organisasi yang lebih baik. Mereka juga memaparkan visi dan misinya. Akhirnya, terpilih Oni Sani sebagai Ketua IPMAPANDODEI ke-IV menggantikan Andi Eka Piya Yeimo sebagai Ketua sebelumnya. Semua peserta sangat antusias untuk memilih pemimpin berikutnya, dengan harapan mereka mampu menjaga keberadaan dan reputasi sehingga organisasi ini bisa memberi lebih banyak manfaat, tandas Eka Piya Yeimo.

Tujuan utama kegiatan ini adalah upaya melahirkan generasi jiwa IPMAPANDODEI secara berkelanjutan, sehingga pada periode mendatang, wadah memiliki generasi yang aktif untuk membuat organisasi ini lebih menarik. Dalam sambutannya, ketua terpilih Onii Sani menyampaikan apresiasinya kepada kepengurusan 2013-2016 yang telah memimpin wadah ini. Dia juga menyarankan kepada semua anggota agar menjadi generasi dengan semangat baru yang bisa membuat IPMAPANDODEI lebih maju kedepannya.

Penulis adalah Yosua Kudiai Mahasiswa STT Jaffay Pada Program Studi Teologi di Makassar.
By *Mahasiswa Papua

BOS SADARKAH KAU PEMEKARAN MEMBUNUHMU

Pemekaran Hanya Politik Pecah Belah Yang Senggsarahkan Masyarakat


 Pemakaran yang menyuburkan migrasi itu melahirkan konflik, keretakan, korupsi, peminggiran, penguasaan. Rasa sebagai satu bangsa Melanesia memudar, budaya hancur lebur, identitas kePapuaan hilang, pejabat mabuk uang dan jabatan. Kehidupan sebagai sebuah bangsa justru hancur lebur.

             Pembangunan pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, hukum, HAM, dan lainnya di tanah Papua (Era Otsus) hancur-hancuran. Pemekaran yang Melumpuhkan? Harus dicatat bahwa politik pecah belah yang dilakukan Belanda kepada orang Jawa dahulu itu tidak hanya melumpuhkan orang Jawa tetapi juga akhirnya Belanda. 

 Hal penting yang harus dicatat di sini bahwa pemekaran tidak hanya ’melumpuhkan gerakan politik tetapi juga ikut melumpuhkan pemerintahan sipil resmi di Papua dan sekaligus melumpuhkan kekuatan masyarakat sipil di Papua. Pemekaran yang melumpuhkan pemerintahan resmi di Papua itu artinya kebijakan itu melumpuhkan Indonesia di tanah Papua. Jakarta melumpuhkan kepercayaan rakyat semesta Papua Barat kepada Republik Indonesia. 

Terpenting lagi kepercayaan dunia atas Indonesia lumpuh sejalan dengan lumpuhnya manusia dan nilai-nilai kemanusian orang Papua Barat sebagai bagian dari dunia. Belanda di masa lalu dilumpuhkan di Java oleh orang Java. 

Jaminan keutuhan NKRI yang ada pada UU 21/2001 tentang Otsus itu telah dilumpuhkan sendiri oleh Indonesia dengan kebijakan bertentangan, PEMEKARAN. Mudah-mudahan, dukungan Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Uni Eropa atas klaim Indonesia atas Papua Barat tidak lumpuh karena politik pecah-belah anti kemanusiaan itu.

Jangan Mengeluh Menghidupi Kehidupan Karena Hujan Pasti Reda Dan Badai Pasti Berlalu


















       Jangan pernah mengeluh. Karena saat kita mengeluh, semangat untuk menyelesaikan masalah akan pudar, daya kekuatan pikiran kita akan berkurang dan tertutuplah jalan menuju titik terang. Lalu apa yang harus kita lakukan saat masalah bertubi-tubi datang menghadang? 

      Tariklah diri sekejap dari kesibukan rutinitas, luangkan waktu untuk mentafakuri diri. Carilah tempat yang tenang, tanamkan keyakinan dalam hati bahwa Tuhan akan membimbing kita, dan teruslah mengagungkan namaNya.

      Lihatlah apa masalahmu, lihat dengan hati kecilmu. Setelah kau menemukan masalah itu, cobalah berfikir kenapa masalah itu bisa terjadi. Kesalahan-kesalahan apa yang kita perbuat sehingga bisa mengundang permasalahan itu. Tulislah dalam selembar kertas, itu akan sedikit membantu.

      Sekarang kamu sudah tahu bukan apa masalahmu dan penyebabnya? Dan disitulah kamu dituntut untuk mencari jalan keluarnya. Apa yang harus saya lakukan jika seperti ini? Haruskah saya melakukan ini? Ataukah saya memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya?

     Satu demi satu jawaban akan bermunculan, benang kusut mulai terurai. Hati mulai tenang. Bahkan mungkin bisa jadi air mata akan mengalir karena kita menyadari bahwa masalah itu diundang oleh dosa-dosa kita. Maka gunakan kesempatan itu untuk memohon Ampunan Kepada Tuhan Yesus dan memohon petunjuk dari-Nya. Yahhh... Pasti rasanya akan semakin tenang. 

   Ambillah kertas itu, baca perlahan-lahan isinya, pahami, hayati dan rangkailah menjadi langkah untuk menyelesaikan masalahmu. Dengan ketenangan dan kebeningan hati, maka kamu akan menemukan hikmat kenapa masalah itu menimpamu. Dan tumbuhlah keyakinan bahwa Tuhan Yesus takkan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya. Masalah itu ada karena Tuhan Yesus tahu kita bisa menyelesaikannya. Lalu untuk apa kita mengeluh?

   Karena Tuhan Yesus ingin menaikkan derajat kita dengan adanya masalah itu, atau masalah itu sebagai penggugur dosa-dosa kita dan lewat masalah itulah kita akan meranjak kedewasaan. Jadi, Jangan mengeluh.Always Be Positive”

By Mahasiswa Papua


 
Copyright © 2015 .. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger